Tech
Beranda » Berita » Startup Pengembang Teknologi Peniru Suara Play AI Diakuisisi Meta, Ini Alasannya

Startup Pengembang Teknologi Peniru Suara Play AI Diakuisisi Meta, Ini Alasannya

Perusahaan Teknologi Meta. (Foto: Pixabay)

JRMEDIA.ID — Perusahaan teknologi Meta dilaporkan telah menyelesaikan kesepakatan akuisisi terhadap Play AI. Play AI adalah sebuah perusahaan rintisan (startup) asal California, Amerika Serikat (AS), yang mengembangkan teknologi voice cloning atau peniru suara berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dilaporkan Bloomberg dan Engadget, Minggu (13/7/2025), seluruh karyawan Play AI akan resmi bergabung dengan Meta mulai pekan depan, berdasarkan memo internal yang diperoleh media tersebut. Setelah masuk ke dalam Meta, tim Play AI akan berada di bawah kepemimpinan Johan Schalkwyk, mantan kepala riset pidato AI di Google yang juga baru saja direkrut Meta dari startup AI suara lainnya.

Play AI dikenal dengan alat yang mampu meniru suara pengguna dan menghasilkan suara baru yang menyerupai manusia. Teknologi itu dapat diterapkan di berbagai platform seperti situs web, aplikasi, dan perangkat seluler.

Dalam memo internalnya, Meta menyatakan bahwa teknologi Play AI sangat sejalan dengan visi perusahaan, terutama untuk pengembangan produk-produk seperti Meta AI, AI Characters, dan perangkat wearable milik perusahaan tersebut. Meta telah mengonfirmasi akuisisi ini kepada Bloomberg, meski tidak mengungkapkan nilai transaksinya.

Langkah itu dinilai menjadi bagian dari strategi ambisius Mark Zuckerberg dalam membangun laboratorium AI Superintelligence, tim baru yang ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang melebihi kecerdasan manusia.

Solusi Anti Drama Stok Makanan di Rumah, Toshiba Luncurkan Kulkas Jumbo Kapasitas Terbesar di Asia Tenggara

Pada Juni 2025, Meta juga menginvestasikan 14,3 miliar dolar AS kepada perusahaan Scale AI dalam kesepakatan yang mencakup perekrutan CEO-nya, Alexandr Wang, untuk memimpin lab AI tersebut.

Dalam usahanya membangun tim AI terbaik, Meta juga disebut-sebut menawarkan bonus hingga 100 juta dolar AS kepada karyawan perusahaan pesaing untuk bergabung.

Sejauh ini, Reuters melaporkan, Meta telah merekrut beberapa tokoh penting dari industri AI, termasuk para kreator ChatGPT dan GPT-4 dari OpenAI, serta sejumlah mantan personel Google Gemini. Sementara itu, Bloomberg sebelumnya mencatat eksekutif utama divisi AI Apple juga telah berpindah ke Meta.

(ant/end)

Baca artikel terkait ini:

Game Varlet – High School RPG dari FuRyu Segera Rilis Global Serempak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *