Tech
Beranda » Berita » Ini Respons CEO OpenAI pada Keluhan Para Pengguna Usai Peluncuran Model GPT-5

Ini Respons CEO OpenAI pada Keluhan Para Pengguna Usai Peluncuran Model GPT-5

Artificial-intelligence/AI/ilustrasi. (Foto: Pixabay)

JRMEDIA.ID — Performa model terbaru Artificial Intelligence (AI) GPT-5 dinilai menurun dibandingkan model sebelumnya, GPT-4o. CEO OpenAI, Sam Altman, bersama tim pengembang model AI, langsung menanggapi keluhan para pengguna GPT-5.

Sam mengakui, penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh masalah pada fitur baru GPT-5, yaitu real-time router, yakni sistem yang memilih model mana yang digunakan untuk setiap permintaan, baik untuk respons cepat maupun jawaban yang membutuhkan proses berpikir lebih lama.

“GPT-5 akan terasa lebih pintar mulai hari ini. Kemarin, kami mengalami masalah serius dan autoswitcher sempat tidak berfungsi selama beberapa waktlu, sehingga GPT-5 tampak jauh lebih bodoh,” ujar Sam dilansir dari Tech Crunch pada Senin (11/8/2025).

Sam menambahkan, OpenAI sedang menyesuaikan batas keputusan (decision boundary) agar pemilihan model lebih tepat, serta secara transparan akan membuat model mana yang menjawab setiap pertanyaan pengguna.

Banyak pengguna juga mendesak agar GPT-4o tetap tersedia bagi pelanggan ChatGPT Plus. Sam mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan hal itu. “Kami mempertimbangkan agar pengguna Plus bisa kembali menggunakan 4o. Kami sedang mengumpulkan lebih banyak data terkait pertimbangannya.”

Solusi Anti Drama Stok Makanan di Rumah, Toshiba Luncurkan Kulkas Jumbo Kapasitas Terbesar di Asia Tenggara

Selain itu, Sam berjanji akan menggandakan rate limit bagi pengguna Plus setelah proses peluncuran selesai agar punya ruang untuk bereksperimen dan menyesuaikan penggunaan model baru ini. Sam menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti semua masukan pengguna. “Kami akan terus bekerja agar semuanya stabil dan tetap mendengarkan umpan balik pengguna,” tegasnya.

Pengulas teknologi Simon Willison yang mendapat akses awal, memuji kinerja GPT-5 secara keseluruhan. Akan tetapi, ia juga menyoroti kelemahan model dalam mengubah data menjadi tabel.

(ant/end)

Game Varlet – High School RPG dari FuRyu Segera Rilis Global Serempak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *