News
Beranda » Berita » BNPP RI dan KJRI Kuching Bahas Peningkatan Infrastruktur Perbatasan di Kalimantan Barat

BNPP RI dan KJRI Kuching Bahas Peningkatan Infrastruktur Perbatasan di Kalimantan Barat

Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP RI/Deputi III, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, (tengah) melakukan pertemuan dengan Acting Konsul Jenderal RI Kuching, Musa Derek Sairwona, di Kantor KJRI Kuching, Malaysia, Selasa (19/8/2025). Pertemuan ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Indra Purnama. (Foto: Humas BNPP RI)

JRMEDIA.ID — Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP RI/Deputi III, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, melakukan pertemuan dengan Acting Konsul Jenderal RI Kuching, Musa Derek Sairwona, di Kantor KJRI Kuching, Malaysia, Selasa (19/8/2025). Pertemuan ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Indra Purnama.

Pertemuan tersebut untuk membahas peluang dan tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan, khususnya di Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Ramses Limbong menyoroti persoalan dasar yang dihadapi masyarakat perbatasan, salah satunya terkait jaringan komunikasi.

“Saat saya berkunjung ke Temajuk, telepon saya langsung roaming karena tidak ada sinyal nasional. Ini menjadi masalah serius, sebab masyarakat akhirnya membeli kuota internet dari negara tetangga. Dampaknya, tentu mengurangi potensi pendapatan di dalam negeri,” kata Ramses.

Ramses juga menekankan perlunya peningkatan kerja sama yang tidak hanya bersifat Government to Government (G2G), tetapi juga melibatkan Business to Business (B2B). Menurutnya, kawasan Sambas khususnya Temajuk memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dari Strongman ke Dewa—Eskalasi Kekuatan Superman & Batman dari Golden Age ke Era Modern

“Kami mengusulkan agar Temajuk dapat ditetapkan sebagai Pos Lintas Batas Negara (PLBN), mengingat infrastruktur di negara tetangga sudah lebih maju. Pembangunan PLBN bukan hanya soal keamanan, tetapi juga harus mampu mendorong sektor pariwisata, perikanan, dan perdagangan lokal di perbatasan,” jelas Ramses.

Selain itu, Ramses menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan yang memadai sebagai tulang punggung konektivitas di kawasan perbatasan. Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan geografis yang dihadapi.

“Kontur wilayah yang berbukit serta banyaknya aliran sungai menjadi kendala tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Meski demikian, hal ini tidak boleh mengurangi semangat kita untuk terus memperkuat pembangunan di kawasan perbatasan,” kata Ramses.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat BNPP RI, Drs. Indra Purnama, menilai bahwa pembahasan mengenai potensi pembangunan di Temajuk sebaiknya dibawa ke forum kerja sama sosial ekonomi (Sosek Malindo).

“Agar isu strategis ini bisa ditindaklanjuti secara konkret dan mendapat perhatian bersama dalam kerangka kerja sama Indonesia-Malaysia,” ujar Indra.

BNPP RI Tindak Lanjut Identifikasi Kawasan Pertumbuhan Ekonomi di PKSN Entikong

Pertemuan ini mencerminkan komitmen BNPP RI untuk memperkuat pembangunan kawasan perbatasan, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perwakilan RI di luar negeri, diharapkan kawasan perbatasan seperti Temajuk dapat berkembang menjadi beranda depan Indonesia yang maju dan sejahtera.

(Humas BNPP RI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *