JRMEDIA.ID — Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali jadi sorotan publik hari ini, 21 Agustus 2025, usai menyampaikan sederet pernyataan yang memantik perhatian. Dari usulan kebijakan transportasi, bantahan isu jabatan baru, hingga kritik pedas terhadap DPR, gaya blak-blakan Ahok kembali terasa.
Ahok menilai Jakarta sudah saatnya meninggalkan sistem tiket konvensional. Ia mengusulkan penerapan voucher digital, baik untuk transportasi umum maupun penyaluran bantuan sosial.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, sistem ini lebih efisien dan transparan, sekaligus mencegah kebocoran anggaran. “Kalau tidak dipakai, uangnya bisa balik ke APBD. Jadi jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Di tengah kabar dirinya mendapat tawaran kursi komisaris salah satu BUMD usai bertemu Gubernur Pramono Anung, Ahok memberikan bantahan tegas. “Enggak ada itu. Saya lebih enak jadi free man,” ujarnya singkat, menegaskan kenyamanan hidup tanpa jabatan formal.
Ahok juga ikut menyoroti wacana kenaikan gaji anggota DPR hingga Rp1 miliar per bulan. Baginya, angka tersebut bukan masalah, selama diimbangi dengan keterbukaan penuh penggunaan anggaran negara.
“Mau Rp1 miliar oke saja, tapi harus transparan. Rakyat harus tahu uang pajak mereka dipakai untuk apa,” kata Ahok.
Selain itu, Ahok mengingatkan bahwa masih ada sekitar 16 kilometer Kali Ciliwung yang belum dinormalisasi. Ia menekankan agar pemerintah tidak menunda pengerjaan karena menyangkut keselamatan warga Jakarta dari banjir.
Soal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Ahok menegaskan kenaikan tarif harus tetap mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), bukan keputusan sepihak yang membebani masyarakat.
Meski tidak lagi menjabat posisi publik, suara Ahok terbukti masih berpengaruh. Dengan gaya lugas dan tanpa basa-basi, ia kembali menegaskan pentingnya efisiensi, transparansi, dan keberanian melawan status quo dalam tata kelola pemerintahan.
(R*)
Komentar